Bangun Semangat Wirausaha Pemuda, Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran, Gelar Pengabdian Masyarakat di Padukuhan Kepuh

Reporter: Gita Sekar Kinanti
Gunungkidul, 28 Juni 2026 – Upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan bertajuk "Pengembangan Minat dan Ide Usaha Anggota Karang Taruna Kepuh Maju Saklawase (KMS)" ini berlangsung selama dua hari, pada 27 – 28 Juni 2026, di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Sebanyak 30 anggota Karang Taruna Kepuh Maju Saklawase mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Sejak awal acara, suasana berlangsung hangat berkat sambutan ramah dari Kepala Dukuh Kepuh yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.

"Atas nama masyarakat Padukuhan Kepuh, kami mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas dan mampu menjadi langkah awal bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki," ungkap Dukuh dalam sambutannya.

Mengusung tema pengembangan minat dan ide usaha, kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan peserta mengenai peluang berwirausaha yang dapat dikembangkan dari potensi lingkungan sekitar. Selain mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan, peserta juga diajak memahami bagaimana sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang bernilai ekonomi apabila dikelola secara kreatif dan konsisten.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim pengabdian menghadirkan Marcus Nanang Setyawan, pendiri Marvera, sebuah UMKM yang mengembangkan berbagai produk berbahan dasar aloe vera. Dalam sesi berbagi pengalaman, narasumber menceritakan proses membangun usaha dari tahap perintisan hingga mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi peserta bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen.

Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan mengenai proses memulai usaha, pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga tantangan dalam menjalankan bisnis menjadi topik yang banyak dibahas. Diskusi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dinamika dunia usaha sekaligus menumbuhkan optimisme peserta untuk mulai mengembangkan ide bisnis mereka sendiri.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap para anggota Karang Taruna Kepuh Maju Saklawase semakin percaya diri dalam melihat peluang usaha di lingkungan sekitar. Kisah sukses yang disampaikan narasumber diharapkan mampu memotivasi peserta untuk melahirkan inovasi baru yang sesuai dengan potensi lokal sehingga dapat memberikan nilai tambah, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Antusiasme yang ditunjukkan selama pelaksanaan menjadi indikator bahwa penguatan kapasitas kewirausahaan masih menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda desa. Diharapkan hasil dari kegiatan ini tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam lahirnya berbagai ide usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi Padukuhan Kepuh.